Wahyu Sihombing

Wahyu Sihombing dilahirkan di Nasaribu, Siborong-borong, Tapanuli Utara, 15 Agustus 1932. Setelah tamat SMA, Wahyu Sihombing meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Jakarta (1954). Tahun 1957 merupakan awal debutnya sebagai sutradara. Dengan bantuan Rockefeller, ia mendapat kesempatan belajar di University of Hawaii, Departemen of Theatre and Drama, Honolulu. Kembali dari sana, Wahyu mengajar di ATNI dan mulai mengarahkan perhatiannya di bidang film. Awal terjun ke dunia film adalah sebagai pembantu sutradara untuk film Cita-cita Ayah yang digarap Usmar Ismail. Kemudian ia mendirikan perusahaan sendiri, Firgo Film. Wahyu menyutradarai produksi pertamanya Balada Kota-Kota Besar, kemudian Impian Bukit Harapan (1964—tak bisa beredar, konon dilarang panitia sensor zaman Orla), dan Matinya Seorang Bidadari (1970).

Tahun 1968–1970, Wahyu Sihombing menjadi Wakil Ketua Dewan Produksi Film Nasional Departemen Penerangan, anggota Dewan Kesenian Jakarta, dan sejak tahun 1972 menjabat sebagai Dewan Pekerja Harian DKJ. Di lingkungan ini, ia berjasa sebagai penggerak teater remaja ibu kota lewat Festival Teater Remaja. Selain menjadi sutradara teater dan film, Wahyu Sihombing aktif pula sebagai dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

BUKU: Konsep Kerja Teater (kopenyunting, kopenulis, kopenerjemah) | Menengok Tradisi, Sebuah Alternatif bagi Teater Modern (kopenulis)