Umar Kayam
Dr. Umar Kayam dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur, 30 April 1932. Setelah lulus SLA, ia melanjutkan di Fakultas Pedagogi Universitas Gajah Mada hingga mencapai gelar sarjana muda. Selanjutnya, ia mencapai gelar M.A. di New York University, dan Ph.D. di Cornel University, AS. Sejak menjadi mahasiswa di UGM, ia telah aktif dalam kesenian, antara lain menjadi sutradara sekitar tahun 1950-an. Menulis karya sastra baru dimulainya ketika dia berada di New York dan dimuat di majalah Horison tahun 1960-an. Cerpennya berjudul “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” dianggap sebagai cerpen terbaik dalam majalah tersebut (1968).
Karya-karya Umar Kayam antara lain Seribu Kunang-Kunang di Manhattan (kumpulan cerpen, 1972), Sri Sumarah dan Bawuk (novel pendek, 1975), serta Totok dan Tini (cerita anak-anak, 1975). Selain itu, Kayam juga menulis skenario film, antara lain Jalur Benang dan Bulu-Bulu Cendrawasih. Dia juga pernah main dalam film-film Karmila, Kugapai Cintamu, Yang Muda Yang Bercita, dan yang paling akhir dia memainkan tokoh Presiden Sukarno dalam film Pengkhianatan G30S PKI yang disutradarai Arifin C. Noer.
Umar Kayam pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1969. Saat ini, Umar Kayam, selain menjadi dosen di beberapa universitas, juga aktif sebagai kolumnis di berbagai media.
BUKU: Menengok Tradisi, Sebuah Alternatif bagi Teater Modern (kopenulis)