Chairul Harun

Chairul Harun, sastrawan yang kini menetap di Padang ini lahir pada tahun 1940 di Kayutanam, Sumatera Barat. Ia pernah duduk pada Fakultas Sosial Politik dan Publisistik Universitas Ibnu Chaldun di Jakarta, tahun 1960 dan 1961, kemudian pindah ke Palu sebagai Pejabat Kepala Kantor Transmigrasi Seksi Palu selama dua tahun. Tahun 1963, kembali ke Kayutanam. Mulai menulis puisi, roman, dan cerita pendek yang dimuat dalam harian-harian di Padang. Tahun 1979, pindah ke Padang sebagai redaktur harian Aman Makmur, selanjutnya menjadi pemimpin redaksi harian Haluan. Pernah pula ia selama delapan tahun menjadi koresponden majalah Tempo untuk daerah Sumatera Tengah. Kini menjabat dosen tidak tetap pada Akademi Seni Karawitan Jurusan Minangkabau di Padangpanjang, untuk mata kuliah teater.

Selain menjadi Ketua Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia Sumatera Barat, ia juga menjadi Ketua Yayasan Sastra Budaya Padang. Ia telah menerbitkan cerita anak-anak. Puisinya terbit bersama Leon Agusta, Rusli Marzuki Saria, dan Zaidin Bakry dengan judul Monumen Safari (1966). Salah satu novelnya adalah Warisan.

BUKU: Menengok Tradisi, Sebuah Alternatif bagi Teater Modern (kopenulis)