Benny Yohanes

Benny Yohanes, atau dikenal dengan nama panggung BenJon, lahir di Bandung, 15 Februari 1962. Menempuh Program Doktor Kajian Budaya Universitas Padjadjaran Bandung, angkatan I tahun 2010, selesai tahun 2013. Dia adalah dosen Jurusan Teater ISBI Bandung, sejak tahun 1987 hingga sekarang; pernah mengajar di Fakultas Filsafat UNPAR Bandung, 1989–1998; dan Fakultas Desain Universitas PETRA Surabaya, tahun 2003–2005; tahun 2004–2015 menjadi pengajar mata kuliah Performance Skill dan Artistic Recollection pada School of Business and Management (SBM), ITB.


BenJon mendapat Penghargaan Pertama Lomba Penulisan Kritik Teater Tingkat Nasional, Direktorat Kesenian (1996); Penghargaan Pertama Lomba Penulisan Kritik Teater Tingkat Nasional, Dewan Kesenian Jakarta (2005). Beberapa karya dramanya juga telah dianugerahi berbagai penghargaan, di antaranya naskah drama radio Metropolutan meraih penghargaan kedua dalam kompetisi yang diselenggarakan Kantor Berita 68H (2002); penghargaan pertama untuk lakon Makan Hakan dalam kompetisi naskah drama oleh Goethe Institut-Friedrich Nauffman Stiftung; Seribu Watt meraih Penghargaan Harapan II Lomba Penulisan Naskah Drama Dewan Kesenian Jakarta; monolog SPHINX TRIPLE X dianugerahi Penghargaan Pertama Lomba Naskah Monolog Anti Budaya Korupsi di Yogyakarta (2004); lakon CANNIBALOGY menjadi The First Best Five dalam Sayembara Penulisan Naskah Drama Nasional, Federasi Teater Indonesia (2008); sedangkan PERTJA dinobatkan sebagai Pemenang Utama Sayembara Penulisan Lakon Realis, Komunitas Salihara (2010). 

Esai-esai karya BenJon, selain dipublikasikan pada beragam media cetak, juga terangkum dalam buku Teater untuk Dilakoni (1993), Ideologi Teater Modern Kita (2000), Mencipta Teater (1998), Teater Indonesia: Konsep, Sejarah, Problema (1999), 70 Tahun Rendra: Hadir dan Mengalir (2005), Bertolak dari yang Ada: Kumpulan Esai untuk 70 Tahun Putu Wijaya (2014), dan dalam Bel Geduwel Beh oleh Danarto (2015). Sedangkan buku yang telah ditulisnya sendiri, terdiri dari: Teater Piktografik: Migrasi Estetik Putu Wijaya dan Metabahasa Layar (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2014); Estetika Teater: Panduan Praktik Dasar Kreasi Teater (Bandung: Sunan Ambu Press, 2015); Kreativitas Teater: Dari Teks ke Pemanggungan (Bandung: Sunan Ambu Press, 2016); dan Metode Kritik Teater: Teori, Konsep dan Aplikasi (Yogyakarta: Kalabuku, 2017).

Sebagai sutradara, BenJon telah memanggungkan beragam naskah, baik karya sendiri maupun karya pengarang lain, sejak tahun 1983, di antaranya: Caligula karya Albert Camus (1983), Pelacur Terhormat karya Jean-Paul Sartre, Pakaian dan Kepalsuan karya Averchenko (1987), Kisah Perjuangan Suku Naga karya Rendra, Amat Berontak karya Saini KM (1988), Momok karya BenJon, Yang Berwajib karya BenJon (1989), Ibunda Elektronika karya BenJon (1990), Architruc karya Robert Pinget (1991), Ibu Mencari Boedi karya BenJon (1992), End Game karya Samuel Beckett, Bersama Tengkorak karya BenJon (1993), Pinangan karya Anton Chekhov, Takoet karya BenJon (1994), Dag Dig Dug karya Putu Wijaya (1995), Senja dan Dua Kematian karya Kirdjomuljo (1996), Bius karya BenJon, Dubur karya BenJon (1997), Sodom Kota Binatang karya BenJon (1998), Makan Hakan karya BenJon, Hikayat Celana Dalam karya BenJon, Boen/Cit Aku Ada karena Aku Mesum dan Ternoda karya BenJon (1999), Telur, Tomat dan Seteguk Darah karya BenJon, GigoloGalileo karya Brecht/BenJon, TUBUH MELAYOE karya BenJon (2000), Jas Panjang Pesanan karya Wolf Mankowich (2001), ARKEologi BeHa karya BenJon (2003/2004), Aku ke Luar Menjemput Badai karya BenJon (2003), Hamlet Inside karya BenJon (2004), BLACK JACK karya BenJon (2006), Shakespeare CARNIVORA karya BenJon (2009), interupsi jambal roti karya BenJon (2009); PERTJA karya BenJon (2011), FACE karya BenJon (2012). Sedang naskah TEKS MUTASI ditulisnya pada 2017.